by

Baraja – Masjid Nurul Islam Sawahlunto berawal dari bekas Bangunan PLTU masa Penjajahan Belanda

-CULTURE-445 views

Masjid Agung Nurul Islam atau juga dikenal sebagai Masjid Agung Sawahlunto adalah salah satu masjid tertua di Indonesia yang terletak di Kelurahan Kubang Sirakuak UtaraKecamatan Lembah SegarKota SawahluntoSumatra Barat. Lokasinya berjarak sekitar 150 meter dari Museum Kereta Api Sawahlunto.

Masjid yang dibangun pada masa penjajahan Belanda ini pada awalnya merupakan bangunan pusat pembangkit listrik bertenaga uap. Pada akhir abad ke-19 Kota Sawahlunto mengalami pertumbuhan yang cukup pesat akibat aktifitas pertambangan batu bara. Sejalan dengan itu, untuk dapat menggerakkan berbagai mesin listrik, pada tahun 1894 pemerintah Hindia Belanda membangun pusat pembangkit listrik bertenaga uap (PLTU) dengan memanfaatkan aliran Batang Lunto di Kubang Sirakuak. Namun, mengingat debit air sungai yang berada di pinggir PLTU tersebut kian berkurang, maka pada tahun 1924, Pemerintah Hindia Belanda membangun PLTU pengganti di daerah Salak, dengan cara memanfaatkan aliran Batang Ombilin.
02070621

Bangunan PLTU di Kubang Sirakuak yang sudah tidak berfungsi lagi sempat dijadikan sebagai tempat perlindungan dan perakitan senjata selama revolusi Indonesia oleh para pejuang kemerdekaan di Sawahlunto dan pada akhirnya bangunan tersebut berubah menjadi masjid sejak tahun 1952.

Bangunan utama masjid ini berukuran 60 × 60 meter dan memiliki satu kubah besar di tengah yang dikelilingi oleh empat kubah dengan ukuran yang lebih kecil. Sementara bangunan cerobong asap setinggi lebih 75 meter kemudian dijadikan sebagai menara masjid dengan tambahan kubah setinggi 10 meter.

Saat ini selain berfungsi sebagai tempat ibadah umat Islam, masjid berlantai dua ini juga digunakan sebagai sarana pendidikan agama islam bagi masyarakat sekitar. (Wahyu/GMP)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terbaru