Brigjen Pol. (Purn.) Johnny Anwar adalah seorang pejuang kemerdekaan Indonesia dan mantan perwira tinggi polisi yang pernah menjabat Kepala Polisi Kota Padang dimasa Revolusi Kemerdekaan Indonesia pada tahun 1946, dan Panglima Angkatan Kepolisian (Pangak) XVIII Sulawesi Selatan-Tenggara pada tahun 1968. Tokoh kelahiran Jorong Kubang Nan Duo,Nagari Sirukam Kabupaten Solok tersebut lahir pada tahun 1918.
Johnny Anwar menikah dengan seorang wanita bernama Martina dan dikaruniai empat orang anak yaitu Wendy Anwar, Fonny Anwar, Sendy Anwar dan Renny Anwar. Ia meninggal dunia pada tahun 1976 dalam usia 58 tahun dan dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta.
Brigjen Pol. (Purn.) Johnny Anwar sangat memiliki peran penting di Kota Padang pada masa perjuangan fisik ketika pasukan Belanda dan sekutu kembali menduduki kota itu setelah kekalahan pihak Jepang dalam Perang Dunia II. Johnny pernah dipenjara oleh pihak penjajah karena sikapnya yang tidak mau bekerjasama dengan pihak Belanda dan sekutu.
Pada tahun 1946 ketika berusia 28 tahun ia diangkat sebagai Kepala Polisi Kota Padang dengan pangkat Komisaris Polisi kelas II. Setelah dibebaskan dari tahanan, pada tahun 1948, ia diangkat menjadi Kepala Polisi Kota Bukittinggi merangkap Kepala Polisi Kores Sumatra Barat. Pada tahun 1950 ia sempat ditugaskan untuk studi ketiga kota di Amerika Serikat, San Fransisco, New York dan Washington selama 3 bulan.
Setelah masa Revolusi fisik, Johnny Anwar menjalani karier kepolisiannya dengan berbagai jabatan dan bertugas diberbagai kota di Indonesia, diantaranya Kepala Polisi Komisariat Maluku di Ambon (1964), Panglima Angkatan Kepolisian (Pangak) XVIII Sulawesi Selatan-Tenggara di Makassar (1968) dan terakhir sebagai Komandan Operasi Bhakti Markas Besar Angkatan Kepolisian (Mabak) di Jakarta (1970-1972) sebelum pensiun. (Wahyu/GMP)


Leave a Reply