by

Baraja – 9 Maret Sebagai Hari Musik Nasional Untuk Mengenang Pencipta Lagu Indonesia Raya

-NATIONAL, NEWS-190 views

Bulan Maret selalu menjadi bulan yang spesial bagi insan musik dan para pencintanya di Tanah Air. Bagaimana tidak, setiap 9 Maret, Indonesia merayakan Hari Musik Nasional. Hari Musik menyimbolkan apresiasi untuk para pekerja musik. Hari Musik Nasional ditetapkan pada masa pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono melalui Keputusan Presiden Nomor 10 Tahun 2013. Sejak 2013, Hari Musik Nasional dirayakan setiap tanggal 9 Maret bukan tanpa alasan. Tanggal itu ditujukan untuk mengenang mendiang Wage Rudolf Supratman, pahlawan nasional yang menciptakan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya.

Wage Rudolf Soepratman lahir di Purworejo Jawa Timur pada tanggal 09 Maret 1903 adalah pengarang dan pencipta lagu kebangsaan Indonesia, "Indonesia Raya". Wage Rudolf Soepratman adalah anak ketujuh dari sembilan bersaudara. Ayahnya bernama Djoemeno Senen Sastrosoehardjo, seorang tentara KNIL Belanda dan ibunya bernama Siti Senen. Kakak sulungnya bernama Roekijem. Pada tahun 1914, Soepratman ikut Roekijem ke Makassar. Disana ia disekolahkan dan dibiayai oleh suami Roekijem yang bernama Willem van Eldik.

Soepratman lalu belajar bahasa Belanda di sekolah malam selama tiga tahun, lalu melanjutkan ke Normaalschool di Makassar hingga selesai. Ketika berumur 20 tahun, ia menjadi guru di Sekolah Angka 2. Dua tahun selanjutnya ia mendapat ijazah Klein Ambtenaar.

Beberapa waktu lamanya ia bekerja pada sebuah perusahaan dagang dan dari Makassar, ia pindah ke Bandung dan bekerja sebagai wartawan di harian Kaoem Moeda dan Kaoem Kita. Pekerjaan itu tetap dilakukannya walaupun ia telah pindah ke Jakarta. Dalam masa tersebut, ia mulai tertarik pada pergerakan nasional dan banyak bergaul dengan tokoh-tokoh pergerakan. Rasa tidak senang terhadap penjajahan Belanda mulai tumbuh dan akhirnya dituangkan dalam buku Perawan Desa. Buku itu disita dan dilarang beredar oleh pemerintah Belanda.

Selanjutnya Soepratman dipindahkan ke kota Sengkang dan tidak terlalu lama lalu minta berhenti dan pulang ke Makassar lagi. Roekijem sendiri sangat gemar akan sandiwara dan musik. Banyak karangannya yang dipertunjukkan di mes militer. Selain itu Roekijem juga senang bermain Biola, kegemarannya ini yang membuat Soepratman juga senang main musik dan membaca-baca buku musik.
02090321

Sewaktu tinggal di Makassar, Soepratman memperoleh pelajaran musik dari kakak iparnya yaitu Willem van Eldik, sehingga pandai bermain biola dan kemudian bisa menggubah lagu. Ketika tinggal di Jakarta, pada suatu kali ia membaca sebuah karangan dalam majalah Timbul. Penulis karangan itu menantang ahli-ahli musik Indonesia untuk menciptakan lagu kebangsaan.

Soepratman tertantang, lalu mencoba untuk memulai menggubah sebuah lagu. Akhirnya pada tahun 1924 lahirlah sebuah lagu dengan judul Indonesia Raya.

Pada bulan Oktober 1928 dilangsungkan Kongres Pemuda II yang bertempat di Jakarta. Kongres itu melahirkan Sumpah Pemuda. Atas saran Ketua Persatuan Pemuda Indonesia yang sekaligus selaku Ketua Kongres, Soegondo, Pada malam penutupan kongres, tanggal 28 Oktober 1928 tersebut, Soepratman memperdengarkan lagu ciptaannya secara instrumental dengan Biola di depan peserta umum.

Pada saat itulah untuk pertama kalinya lagu Indonesia Raya dikumandangkan di depan umum. Semua yang hadir terpukau mendengarnya. Dengan cepat lagu itu terkenal di kalangan pergerakan nasional. Apabila partai-partai politik mengadakan kongres, maka lagu Indonesia Raya selalu dinyanyikan. Lagu itu merupakan perwujudan rasa persatuan dan kehendak untuk merdeka.

Akibat menciptakan lagu Indonesia Raya, ia selalu diburu oleh polisi Hindia Belanda, sampai jatuh sakit di Surabaya. Pada awal tahun tahun 1938 soepratman menciptakan lagu untuk terakhir kalinya dengan judul "Matahari Terbit", lalu ia ditangkap ketika menyiarkan lagu tersebut bersama pandu-pandu di NIROM Jalan Embong Malang, Surabaya dan ditahan di penjara Kalisosok, Surabaya. Lalu Ia meninggal pada tanggal 17 Agustus 1938 karena sakit.(Wahyu/GMP)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terbaru