by

Pariwisata Berbasis Event di Kota Solok Mampu Undang Wisatawan

-TITIP RINDU-411 views

BARAJA - Setiap daerah atau wilayah memiliki potensi untuk pengembangan sektor pariwisata. Peran penting sektor pariwisata dalam pengembangan suatu daerah atau wilayah sangat vital. Salah satu bentuk peran pariwisata adalah pengembangan aspek perekonomian daerah yang mampu mengembangkan sektor pariwisata umumnya memiliki tingkat perkembangan perekonomian daerah yang relatif tinggi. Hal ini memacu setiap daerah untuk mengoptimalkan potensi wilayahnya menjadi daya tarik wisata.

Kota Solok yang merupakan suatu kawasan strategis di lintas Sumatera menyimpan banyak kekayaan alam dan budaya yang butuh di gali berupa wisata Agro, wisata alam, wisata buatan, wisata budaya, wisata religi dan kuliner. Kondisi geografis Kota Solok yang memiliki hamparan sawah  ± 200 Ha ditengah perkotaan menjadikan sebuah daya tarik untuk dijadikan kawasan wisata agro yang layak untuk dikunjungi.

Untuk menggali potensi tersebut pada tahun 2016 komunitas Gajah Maharam Photography mencoba menggali potensi yang ada di Sawah Solok dengan menjadikan sebuah objek untuk lomba foto bertemakan “Alam Bareh Solok“ dan berkolaborasi dengan Pemerintah Kota Solok (Dinas Pertanian). acara yang di gelar selama 3 bulan tersebut mendapatkan antusias yang sangat luar biasa oleh pecinta fotografi dan menghasilkan ratusan keindahan sawah solok dari berbagai sudut. Seiring meningkatnya jumlah kunjungan dari luar daerah yang ingin mengabadikan Sawah Solok ke dalam lensa, maka komunitas Gajah Maharam Photography mengusulkan kepada Pemerintah Daerah untuk membuat semacam Land Mark bertuliskan “SAWAH SOLOK“ sebagai salah satu daya tarik serta objek foto bagi wisatawan yang berkunjung ke Kota Solok, melalui konsep land mark tersebut Kota Solok berhasil untuk menarik wisatawan untuk berkunjung ke Kota Beras tersebut.

02240422

Melihat mulai diliriknya Kota Solok oleh wisatawan yang dibuktikan dengan meningkatnya angka kunjungan ke Kota Solok, membuat Komunitas Gajah Maharam Photography berkolaborasi dengan pemangku adat diantaranya LKAAM, Bundo Kanduang, Tokoh Masyarakat dan sasaran silek tuo Solok untuk melakukan berbagai langkah dan strategi yang cerdas dengan membuat beberapa Event bertemakan budaya lokal. Konsep event tersebut mengambil nama dengan bahasa lokal Kota Solok diantaranya :

·       Event BASIKAKEH

Pada event yang bekerjasama dengan Dinas Pertanian ini memiliki konsep berupa perlombaan mesin bajak dengan kategori mesin kura-kura dan mesin bajak singka. Sebelum perlombaan dimulai pengunjung akan diberikan suguhan yang meriah yakni kegiatan lomba memindahkan belut yang diikuti oleh Ibu-ibu kelompok tani dan penampilan silek tuo dalam sawah, Pacu Upiah dan permainan Batuang Gilo. Mendirikan stand kuliner tradisional.

02240222

·       Event BASILUMUH

Basilumuh merupakan sebuah event silaturahmi antar sasaran silat yang ada di Sumatera Barat yang di adakan selama 2 (dua) hari dan biasanya di adakan setiap bulan November.

Pada hari pertama kegiatan, seluruh tuo – tuo silek yang berasal dari perwakilan Kota/Kabupaten yang ada di Sumaera Barat menggelar pertemuan silaturahmi dengan menampilkan pertunjukan silek menurut aliran masing – masing sasaran silek yang ada di Sumatera Barat. Pada acara silaturahmi ini yang akan tampil merupakan guru – guru silek atau tuo silek.

Pada hari kedua dilanjutkan dengan pertunjukan silat tradisional yang bertempat di hamparan sawah solok yang berlokasi di Depan Kantor Pengadilan Negeri, Kelurahan Sinapa Piliang. Pertunjukan silat tersebut dilakukan dalam sawah yang berlumpur dan hal inilah yang menjadi cikal bakal nama kegiatan yaitu “BASILUMUH“ artinya bermandikan lumpur. Setiap pesilat yang menampilkan atraksinya akan dinilai oleh beberapa orang juri yang nantinya di akhir acara diumumkan siapa yang menjadi pemenang.

·       Event BASIPETEANG.(mengitari/Touring)

Kota Solok dengan posisi yang strategis dan terletak di persimpangan lintas Sumatera membuat komunitas motor/Bikers untuk menjadikan kawasan Kota Solok sebagai tempat pertemuan ajang silaturahmi Bikers seluruh Indonesia. Kegiatan yang berkolaborasi dengan seluruh komunitas yang ada di Kota Solok membuat kegiatan tersebut cukup menarik dan mampu meningkatkan angka kunjungan dengan peserta mencapai ribuan. Acara silaturahmi Bikers tersebut dikemas dalam bentuk pertunjukan budaya serta melakukan touring ke sejumlah lokasi objek wisata/tempat bersejarah. Diantaranya Mesjid Tuo Lubuk Sikarah, objek wisata Sarasah Aia Batimpo, Rumah Pohon atau Laing Park, Sawah Solok, Taman Pramuka Pulau Belibis Ampang Kualo dan obyek lainnya.

050422

·       Event BASIPANIANG (Berputar)

Kehadiran komunitas mobil yang begitu banyak di Kota Solok membuat komunitas Gajah Maharam Photography menawarkan kolaborasi untuk membuat semacam acara yang bertemakan gathering bagi pecinta otomotive Kota Solok. Acara gathering tersebut bertujuan untuk mempromosikan wisata dan budaya Kota Solok kepada wisatawan luar daerah.

Melalui acara yang dikemas selama 3 hari tersebut mampu menggaet ribuan pengunjung yang berdatangan dari berbagai Daerah luar Sumatera Barat.

06042422

·       Event BASITAJIK (Bekerja keras)

Basitajik adalah sebuah perlombaan tradisional yang di gagas oleh Pemuda Kelurahan Koto Panjang, yang sarananya dari kumpulan rakit yang disatukan membentuk sebuah "Rakit" atau boleh juga disebut dengan Anyaman dari bambu. Pada mulanya rakit ini dipakai oleh masyarakat untuk menyeberangi sungai dan menangkap ikan di sungai batang lembang. 

Event Basitajik salah satu pertunjukan yang di selalu dinantikan oleh wisatawan, dimana event tersebut digelar untuk memperkenalkan budaya dan kearifan lokal, sehingga memacu kreatifitas dan sportifitas para generasi muda Kota Solok. Sehingga Kota Solok akan dikenal. Event tersebut biasanya di jadwalkan pada setiap bulan Agustus.

Adapun basitajik dapat mempererat tali silaturahmi antara pemuda, masyarakat, tokoh masyarakat, dan pemerintah daerah Kota Solok. Selain menyasar kunjungan wisatawan baik lokal maupun nasional untuk datang ke Kota Solok event Basitajik bertujuan untuk menjaga lingkungan aliran sungai batang lembang dari sampah. 

·       Event BASIKICAU (Lomba Burung)

Event Basikicau Alam Bareh Solok merupakan kegiatan yang diprakasai oleh para kicau mania Solok (Basikicau Bird Club Indonesia) yang bekerjasama dengan EO terbesar di Indonesia BnR dengan tujuan untuk  Menjalin silaturahmi antar Pemerintah Kota Solok dan Masyarakat serta Kicau Mania se-Indonesia. Event yang pertama kali dilaksanakan tahun 2017 dan pelaksanaannya dibulan September tersebut mampu mendatangkan wisatawan dari berbagai Provinsi di Indonesia.

Pada Event Basikicau yang berkolaborasi dengan Dinas Koperindag Kota Solok menampilkan produk UMKM Kota Solok dengan tujuan untuk memperkenalkan industri kecil menengah yang ada di Kota Solok.

07042422

·       Festival Masakan Tradisional Kota Solok

Festival yang dipelopori oleh Bundo Kanduang Kota Solok tersebut merupakan salah satu upaya pelestarian kuliner khas yang dimiliki Kota Solok. Solok memiliki banyak potensi kuliner yang selama ini masih belum dikenal oleh daerah lain, seperti Randang, Gulai Batang Pisang, Kalio Baluik, dan lainnya.

·       Ritual Do’a Tolak Bala.

Masyarakat tani Sawah Solok memiliki sebuah tradisi yang masih dipertahankan sampai saat ini yaitu Ritual Do’a Tolak Bala.

Tradisi tulak bala ini diadakan setiap kali musim tanam ketika padi berumur satu minggu. Tradisi tulak bala ini bertujuan agar tanaman padi terhindar dari serangan hama tikus serta hama wereng dan menghasilkan padi yang banyak dan berkualitas. Sebagaimana kita ketahui bersama bahwa Solok terkenal dengan daerah penghasil Beras Solok dengan cita rasa yang spesifik dibanding Daerah lainnya, hal itu di dukung oleh kondisi tanah Sawah Solok yang terlalu subur.

Sebelum Ritual Do’a Tolak Bala ini dilaksanakan, masyarakat menyediakan sebuah media untuk kegiatan ritual do’a tulak bala yang diantaranya membuat semacam “Paureh” yang diletakkan di mimbar Masjid Raya Lubuk Sikarah Kota Solok. Setelah itu pada esok harinya masyarakat secara bersama-sama turun kesawah sambil membaca tasbih dan shalawat nabi sambil mengelilingi sawah.

Setiap jarak 100 meter rombongan berhenti sambil berdo’a meminta kepada yang Maha Kuasa. Media yang digunakan adalah daun galundi yang direndam dengan air lalu dipercikkan dengan menggunakan daun sicerek. Pada akhir acara rombongan melaksanakan Do’a dan makan bersama.

Melalui kegiatan tolak bala tersebut tergambar sistim gontong royong masyarakat tani yang masih dijunjung tinggi di Kota Solok, seperi secara sukarela membawa bekal berupa makanan untuk peserta ritual tolak bala. Semakin banyaknya masyarakat luar solok yang ingin mengetahui lebih dekat proses tolak bala, maka komunitas penggiat wisata bersama LKAAM, Bundo Kanduang serta kelompok tani menjadikan acara Ritual Tolak bala sebagai wisata budaya yang paling di tunggu – tunggu oleh wisatawan.

08042224

·       Even Baralek Gadang

Pesta Budaya yang diadakan pada saat memperingati hari jadi Kota Solok 16 Desember merupakan acara puncak dari setiap Event yang di adakan pada bulan – bulan sebelumnya. Salah satu yang ditampilkan pada saat Even Baralek Gadang tersebut adalah, Arak Bako.

Arak Bako ini bertujuan untuk melestarikan dan mengenalkan kepada masyarakat luas mengenai adat istiadat Budaya Kota Solok. Arak bako merupakan upacara adat istiadat yang menggambarkan proses adat mulai dari proses kelahiran, pernikahan, hingga kematian. Para peserta arak-arakan memakai busana baju kuruang basiba dan membawa dulang di atas kepala yang berisikan katidiang hitam, selimut, dan nasi kunik.

Pada tahun 2019, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) memasukkan pawai 'Arak Bako' sebagai Warisan Budaya Tak Benda. Arak Bako merupakan sebuah tradisi berupa arak – arakan berjalan kaki yang dilakukan oleh keluarga ayah mempelai perempuan menuju rumah mempelai perempuan.(Wahyu/GMP)

10042224

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Berita Terbaru