by

Baraja – Nagari Sulik Air Dengan Rumah Terpanjang Di Sumatera Barat

-Selebriti-1,094 views

Sulit Air adalah sebuah nagari yang terdapat di Kecamatan X Koto Diatas, Kabupaten Solok, Sumatera Barat, Indonesia. Semenjak dahulu, nagari Sulit Air terkenal sebagai pusat pemerintahan atas 13 jorong dengan 4 (empat) suku yaitu: Limo Panjang, Limo Singkek, Simabur dan Piliang. Dengan jumlah pemangku adat (Pangulu/Datuk) sebanyak 115 orang yang terdiri dari 84 orang Datuk Andiko, 15 orang Datuk Ninik dan Urang Nan Ampek Jinih 16 Orang.

Sulit Air mempunyai sebuah organisasi perantauan yang sangat terkenal di lingkungan perantau Minang bernama Sulit Air Sepakat (SAS) yang berdiri sejak tahun 1972 dengan lebih dari 80 cabang di seantero Nusantara dan beberapa cabang di mancanegara, seperti Melbourne, Sydney (Australia) Kuala Lumpur Singapura dan Amerika Serikat.

Pada zaman Perang Paderi (1802-1821) Nagari Sulit Air sempat dijadikan sebagai salah satu kubu pertahanan Pasukan Paderi. Pada masa awalnya hingga hampir berakhirnya Perang Padri, Sulit Air lebih mirip sebagai Dormitory Town (pemukiman asrama). Pada saat itu dibutuhkan titik-titik singgah yang memungkinkan pergerakan menjangkau beberapa wilayah. Sulit Air merupakan sebuah lokasi yang paling memungkinkan untuk itu, mengingat posisi geografisnya yang sangat strategis. Disamping itu Sulit Air terdapat beberapa titik pantau yang bagus, seperti Batu Api di Tanjung Alai, Bukit Kacang dan Simawang untuk melihat pergerakan di tepi Danau Singkarak, serta puncak Gunung Papan (Gunung Merah-Putih) dan bukit-bukit lainnya untuk melihat bentangan alam dari Luhak Limo PuluahTanah Datar hingga ke Sawahlunto.
02010221

Pada Nagari Sulit Air tepatnya di Jorong Silungkang, ada hal yang unik dari dahulu kala yaitu ada Rumah Gadang yang terpanjang di Sumatra Barat dengan jumlah ruangan atau kamar sebanyak 20 ruang, atau lebih dikenal dengan sebutan Rumah Gadang 20 ruang.

Rumah Gadang 20 Ruang ini terdaftar sebagai cagar budaya dengan nomor inventaris 03/BCB-TB/A/15/2007 di Balai Pelestarian Cagar Budaya Batusangkar. Dari sejarahnya, bangunan ini dinamakan rumah gadang 20 ruang karena bilik atau kamar pada rumah ini terdiri dari 20 buah dengan jumlah tiang sebanyak 105 buah. Rumah Gadang 20 ruang dibangun pada tahun 1820, tetapi bangunan ini terbakar dan kemudian didirikan kembali pada tahun 1901 selesai pada tahun 1907.
Pembangunan rumah gadang 20 Ruang setelah terbakar tidak dibangun lagi sesuai aslinya. Rumah Gadang yang pertama atapnya terbuat dari ijuk dan dinding semuanya diukir tetapi pada saat pembangunan kembali,terjadi perubahan pada bagian atab dan dinding. sekarang, Atapnya memakai seng dan bagian dindingnya tidak lagi diukir tapi polos. 
04010221

Bangunan ini pada awalnya digunakan sebagai tempat berkumpul ninik mamak, para penghulu dan yang paling penting merupakan tempat tinggal Bundo Kanduang Sulit Air. Rumah gadang 20 ruang ini dahulunya dikabarkan dihuni mencapai 300 orang. Mempunyai Dua Datuk yang mengepalai kaumnya dan 2 (Dua) orang Bundo kanduang sebagai pengatur tertibnya kehidupan dirumah gadang 20 ruang. Adapun Datuk yang dimaksud adalah pada bagian Pangka dimiliki oleh Datuk Tan Maruhun sedangkan bagian ujung dimiliki oleh Datuk Ampang Limo dengan suku limo panjang. Rumah gadang 20 Ruang ini sekarang dihuni oleh keturunan Datuk Tan Maruhun dan Datuk Ampang Limo. Rumah ini dihuni oleh mereka yang tidak mempunyai rumah dan penghuni rumah gadang ini terdiri dari 4 keluarga. Saat ini Rumah gadang masih difungsikan juga sebagai tempat pelaksanaan upacara adat dan tempat pelaksanaan pesta atau baralek apabila ada keturunan dari dua Datuk yang memiliki Rumah gadang 20 Ruang melaksanakan pesta pernikahan.(Wahyu/GMP)

05010221

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terbaru