by

Story Telling “Landmark SAWAH SOLOK”

-TOURISM-981 views

Kota Solok terkenal dengan Kota Beras/Bareh Solok, secara geografi Kota Solok mempunyai luas ± 57,64 km2, secara administratif Kota Solok terdiri dari 2 (dua) kecamatan dan 13 (tiga belas) kelurahan dan dalam penggunaan lahan seperti sawah yang mengalami pengurangan dari 1233,80 Ha pada tahun 2012 menjadi 1224,59 Ha tahun 2015, diperkirakan berkurang sebesar 0,752%. Lahan tersebut digunakan untuk perumahan. (data dokumen perubahan atas Perda  Kota Solok Nomor 3 Tahun 2016 tentang RPJMD Kota Solok Tahun 2016 – 2021).

Hamparan Sawah Solok Sebelum adanya “Landmark SAWAH SOLOK”

Berawal dari Lomba Foto Wisata Alam Bareh Solok Tahun 2016 (lomba foto pertama kali) yang bekerjasama antara Pemerintah Kota Solok yaitu Dinas Pertanian, Perikanan dan Kehutanan Kota Solok dengan Komunitas Gajah Maharam Photography. Lomba foto tersebut bertujuan untuk mempromosikan hamparan sawah solok (pertanian), dengan 2 (dua) kategori : kamera  DSLR/Mirorless dan kamera handphone, masing – masing peserta diwajibkan untuk mengupload fotonya di sosial media.

Diskusi Pertama di Kediaman Walikota Solok

Dalam proses pelaksanaan Lomba Foto Wisata Alam Bareh Solok Tahun 2016, Bapak Walikota Solok melakukan diskusi dengan komunitas Gajah Maharam Photography dan Komunitas Burung Berkicau (Solok Bird Club), didampingi oleh Kepala Dinas Pertanian, Perikanan dan Kehutanan Kota Solok, Jefrizal,SPt, MT. Terkait dengan lomba foto untuk mempromosikan hamparan sawah solok, Walikota Solok berharap hamparan sawah solok tersebut tidak ada pembangunan yang dapat mengurangi lahan pertanian dan “Bareh Solok” tidak tinggal nama saja.

Diskusi kedua diruang kerja Walikota Solok

Komunitas Gajah Maharam Photography menawarkan ide “Landmark SAWAH SOLOK”, yang bertujuan untuk menumbuhkan dan mempertahankan rasa kecintaan masyarakat terhadapan hamparan sawah solok, agar tidak melakukan pembangunan, serta menjadikannya sebagai salah satu wisata edukasi karena dizaman milenial saat ini, anak – anak tidak banyak yang bisa berjalan dipematang sawah, serta melihat proses cara menanam padi. Walikota Solok menerima ide tersebut, Pemerintah Kota Solok melalui Dinas Pertanian, Perikanan dan Kehutanan Kota Solok menganggarkannya melalui APBD Tahun 2016.

Proses mengukur besarnya huruf yang akan dibuat dan ditinjau dari semua sisi.

Itulah alasannya “Landmark Sawah Solok” berada ditengah – tengah hamparan sawah solok, dan telah menjadi salah satu identitas Kota Solok (Mellya/GMP)

Proses pemasangan huruf landmark Sawah Solok, Desember 2016

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terbaru