by

Nagari Balimbiang dan Rumah Gadang Kampai Nan Panjang

Pada masa dahulu asal usul Ninik Moyang orang Balimbiang berasal atau turun dari Pariangan Padang Panjang, Kabupaten Tanah Datar, dengan menyusuri Batang Bangkaweh yang hulunya terdapat di lereng Gunung Marapi dan alirannya melalui Galogandang ke Balimbiang. Rombongan yang pertama datang dan sampai serta menetap di Galundi Gadang. Mereka itu adalah : Dt. Maharajo Dirajo, Dt. Maharajo Kayo dan Dt. Tanaro. Kemudian menyusul rombongan niniak-niniak yang lain dan menepat (menapakkan kaki dan menetap) di:

-         di Puncak Koto Dt. Kayo

-        di Puncak Balang Dt. Tanpalawan

-        di Puncak Kampai Dt. Cahayo Lipati

-      di Sapan Pulau Dt. Pulau Marajo

-       di Sapan Kasik  Dt. Rajo Palawan

-      di Sapan Tarok Dt. Rajo Mangkuto

rumah gadang

Kemudian Niniak - niniak tersebut berkumpul dan menetapkan nama Nagari Balimbiang  yang berasal dari suatu alat pertanian Lembing dan Kinawai dari pohon Kina yang terdapat di lembah (Kinawai).

Setelah bertemu di Koto Tuo dan diadakan Musyawarah di Bukit Pecaturan dalam rangka menyusun Nagari, ketika itu belum dapat diambil keputusan karena belum lengkapnya kehadiran mereka. Kemudian di adakan musyawarah dan mufakat kembali di suatu bukit yang bernama Bukit Nyaru dimana telah lengkap kehadiran Enam buah suku.

Selanjutnya untuk menyusun Taratak, Dusun, Koto dan Nagari diadakan mufakat kembali, Akhirnya tersusunlah Nagari dengan syarat 4 suku, sedangkan suku yang ada hanya 3 (tiga) atau 6 (enam) yaitu 3 di Balimbiang dan 3 di Kinawai. Karena belum cukup syarat untuk mendirikan Nagari, maka dijadikan Korong Tanjung Satu suku, dimana Dt. Maharajo Dirajo, Dt. Maharajo Kayo dan Dt. Tanaro di dudukan sebagai Alung Bunian atau pemegang Amanat suku yang Enam. Maka lengkaplah susunan Nagari dengan formasi Pemangku adat menurut Jabatan masing-masing.

Nagari Balimbing adalah salah satu nagari tertua di Sumatera Barat dan tersebut di dalam tambo Minangkabau. Nagari Balimbing dikelilingi oleh Batang Bangkaweh yang turun dari Puncak Gunung Marapi.

Nagari Balimbing terbagi dalam 3 jorong: yaitu

-       Balimbing Balik,

-      Kinawai Padang Pulai, dan

-      Sawah Kareh Bukik Tambasu.

Seperti juga umumnya nagari - nagari lainnya. Nagari Balimbiang masih memegang kuat adat istiadat yang sudah sulit ditemui di Nagari - nagari lain, yaitu adatnya yang relatif masih asli dan masih berdirinya rumah - rumah adat. Salah satu bangunan yang masih berdiri kokoh dan di bangun tanpa menggunakan paku yaitu Rumah Gadang Kampai Nan Panjang yang berusia ratusan tahun. Salah satu ciri khas Nagari Balimbiang adalah keberadaan rumah adat asli Minangkabau yang telah diakui oleh Pemerintah Daerah setempat sebagai Destinasi Wisata.

rumah gadang

Lokasi dari  Rumah Gadang Kampai Nan Panjang yaitu berada sekitar 13 kilometer dari Kota Batusangkar atau lebih tepatnya berada di Nagari Balimbiang, Kecamatan Rambatan, Kabupaten Tanah Datar, Provinsi Sumatera Barat.

Seperti yang sudah disebutkan di atas, Rumah Gadang Kampai Nan Panjang merupakan rumah hunian atau tempat tinggal bersejarah yang usianya sudah sangat tua yaitu lebih dari 350 tahun. Rumah ini memiliki arsitektur bergaya khas Minang dan sebagian besar bangunannya belum mengalami pembaruan baik dari segi struktur ataupun bahan bangunannya.

Rumah kaum Datuak Penghulu Basa dari Suku Kampai Nan Panjang, ini dibangun seperti rumah gadang pada umumnya yaitu tanpa menggunakan paku sedikit pun dengan atap yang bergonjong empat dan terbuat dari ijuk. 

rumah gadang

Keseluruhan bangunan Rumah Gadang Kampai Nan Panjang bagian luar ini terdiri dari kayu berwarna hitam dan juga hanya memiliki satu pintu masuk terletak di bagian tengah rumah. Lantainya pun rata yang terbuat dari palupuah (Bambu yang di cincang) dan terdapat tangga yang letaknya di tengah-tengah rumah. Umumnya, rumah gadang mempunyai ruangan yang jumlahnya ganjil antara 5, 7, 9, dan seterusnya, begitupun dengan rumah gadang yang satu ini.

Rumah Gadang Kampai Nan Panjang memiliki 7 (Tujuh) kamar yang berbentuk persegi empat dan biasanya digunakan untuk tempat tidur. Letak kamar tidur tersebut ada di dalam ruangan di bagian belakang yang ternyata mempunyai pintu masuk berbentuk oval dengan diameter yang sangat kecil yaitu 30 cm. Itu sebabnya jika ingin masuk ke dalam kamar harus membungkuk.

rumah gadang

Jika kita mengunjungi Rumah Gadang Kampai Nan Panjang , kita akan melihat bahwa tepat di sebelah kanan dan kiri pintu masuk terdapat peti kayu berbentuk persegi panjang yang kira-kira panjangnya sekitar 2 meter. Peti ini dinamakan Aluang Bunyian  yang berfungsi sebagai tempat penyimpanan barang-barang berharga. Selain itu, peti tersebut juga terbuat dari kayu jati dan mempunyai penutup yang bisa dibuka dengan cara diangkat atau digeser.(Wahyu/GMP)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terbaru