by

Baraja : Penderita Epilepsi Asal Kota Solok Butuh Uluran Tangan

-NATIONAL, NEWS-952 views

Anak perantau dari pasangan Hendra Lukman dan Amitesa Maulida yang berasal dari Kota Solok saat sekarang menetap di Kelurahan Pekayon,Kecamatan Pasar Rebo butuh uluran tangan dermawan. Sebab, sejak beberapa hari lalu anak laki – lakinya menderita Epilepsi dan tak memiliki dana untuk pengobatan. Saat ini Ziyadh dalam pengobatan di Rumah Sakit Dokter Adam Talib Cikarang Barat Bekasi.

Setelah setahun tak mengalami keluhan sama sekali, tubuh  Ziyadh terguncang karena kejang yang bisa terjadi 6 kali dalam hitungan jam, semangatnya untuk bermain dan mengaji di sekolah islam pun harus ditunda demi keselamatan nyawa. Disisi lain, sang ayah yang hanya bekerja sebagai sopir taksi seringkali ia tak dapat penumpang.

20 menit lamanya Ziyadh kejang hingga tubuhnya kaku, kertakan giginya membuat kedua orang tua menangis histeris. Hanya dalam tempo setahun Ziyadh yang tadinya sehat kini didiagnosa epilepsi yang membuatnya tak jarang sekolah dan mengaji, ia pun tak bisa lagi bermain bersama teman-temannya.

Setahun yang lalu Ziyadh mengalami kejang yang berlangsung lama, namun setelah mendapat pertolongan dokter keluhan terhenti. Nahas, beberapa minggu lalu Ziyadh mulai kejang hebat hingga tangan mengepal dan mata melihat keatas.

Diagnosa epilepsi yang tadinya dikira sudah tidur pun kini bangkit kembali, Ziyadh yang tadinya ceria bermain bersama orang tua dan kakak kini hanya melihat ke tembok dengan tatapan yang kosong. Terkadang ia kejang untuk waktu yang lama sampai 6 kali dalam hitungan jam.

Ujian ini menjadi halangan Ziyadh untuk belajar di sekolah, meskipun guru-guru memaklumi kondisi Ziyadh namun ia semakin tertinggal dari temannya. Ia rindu bisa kembali menghafal surat dan mengaji di sekolah Islam tempat ia belajar, namun kini bertahan hidup menjadi fokus.

Ziyadh harus menjalani perawatan untuk waktu yang lama serta pemantauan dokter untuk pulih. Jika tidak, ia akan terus kejang sampai akhirnya terjadi kerusakan permanen yang tak hanya bisa menimbulkan kelumpuhan, namun kematian.

Biaya berobat yang diperlukan mencapai puluhan juta rupiah, tentu sang ayah yang mencari nafkah sebagai sopir taksi kelimpungan. Sejak pandemi menyerang, pak Hendra Lukman seringkali mengakhiri hari tanpa satu pun penumpang. Ia mencari rezeki di jalanan sejak subuh hingga jam 9 malam, namun ia malah menombok uang bensin dan setoran.

Perjuangan Ziyadh tak akan berakhir dengan senyuman keluarga tanpa bantuan kita. Mari kita berikan pengharapan untuk masa depan Ziyadh dengan cara berbagi melalui Rekening BCA Cimanggis 1660496897 hendra lukman. (Wahyu/GMP)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terbaru