by

Baraja – Pahlawan Nasional Dari Solok Itu Bernama Mohammad Natsir

-NATIONAL, NEWS-402 views

GMP Solok,-Mohammad Natsir dilahirkan di Alahan Panjang, Kecamatan Lembah GumantiKabupaten SolokSumatera Barat pada tanggal 17 Juli 1908 dari pasangan Mohammad Idris Sutan Saripado dan Khadijah. Pada masa kecilnya, Natsir sekeluarga hidup di rumah Sutan Rajo Ameh, seorang saudagar kopi yang terkenal disana. Oleh pemiliknya, rumah itu dibelah menjadi dua bagian, pemilik rumah beserta keluarga tinggal di bagian kiri dan Mohammad Idris Sutan Saripado tinggal di sebelah kanannya. Ia memiliki 3 orang saudara kandung, masing-masing bernama Yukinan, Rubiah, dan Yohanusun. Jabatan terakhir ayahnya adalah sebagai pegawai pemerintahan di Alahan Panjang, sedangkan kakeknya merupakan seorang ulama. Ia kelak menjadi pemangku adat untuk kaumnya yang berasal dari ManinjauTanjung RayaAgam dengan gelar Datuk Sinaro nan Panjang.

Natsir mulai mengenyam pendidikan di Sekolah Rakyat Maninjau selama dua tahun hingga kelas dua, kemudian pindah ke Hollandsch-Inlandsche School (HIS) Adabiyah di Padang. Setelah beberapa bulan, ia pindah lagi ke Solok dan dititipkan di rumah saudagar yang bernama Haji Musa. Selain belajar di HIS di Solok pada siang hari, ia juga belajar ilmu agama Islam di Madrasah Diniyah pada malam hari. Tiga tahun kemudian, ia kembali pindah ke HIS di Padang bersama kakaknya. Pada tahun 1923, ia melanjutkan pendidikannya di Meer Uitgebreid Lager Onderwijs (MULO) lalu ikut bergabung dengan perhimpunan-perhimpunan pemuda seperti Pandu Nationale Islamietische Pavinderij dan Jong Islamieten Bond. Setelah lulus dari MULO, ia pindah ke Bandung untuk belajar di Algemeene Middelbare School (AMS) hingga tamat pada tahun 1930. Dari tahun 1928 sampai 1932, ia menjadi ketua Jong Islamieten Bond (JIB) Bandung. Ia juga menjadi pengajar setelah memperoleh pelatihan guru selama dua tahun di perguruan tinggi. Ia yang telah mendapatkan pendidikan Islam di Sumatra Barat sebelumnya juga memperdalam ilmu agamanya di Bandung, termasuk dalam bidang tafsir Al-Qur'anhukum Islam, dan dialektika. Kemudian pada tahun 1932, Natsir berguru pada Ahmad Hassan, yang kelak menjadi tokoh organisasi Islam Persatuan Islam.

1

Mohammad Natsir adalah seorang demokrat sejati, ia memulai karir politiknya dengan mendaftarkan diri menjadi anggota Partai Politik Islam (PII) pada tahun 1938. Pada tahun 1940-1942 berkat perjuangannya, ia diangkat sebagai ketua partai cabang di Bandung, ia juga diangkat sebagai abdi negara oleh pemerintah sebagai Kepala Biro Pendidikan Kotamadya Bandung sampai 1945, sekaligus merangkap sebagai sekretaris Sekolah Tinggi Islam (STI) di Jakarta. Puncak karir politiknya adalah menjadi anggota Komite Nasional Indonesia Pusat (KNIP), ketua partai Masyumi, Menteri Penerangan, dan juga pernah menjadi Perdana Menteri RI pada pemerintahan Soekarno. Ketika Sutan Syahrir duduk sebagai perdana meteri, ia memerlukan figur Islam yang mensosialisasikan program-program kabinetnya. Maka dipilihlah Natsir sebagai Menteri Penerangan. Dialah, menteri penerangan pertama di republik ini. Jabatan sebagai menteri penerangan ia pegang sebanyak tiga kali, dua kali dalam kabinet Syahrir dan satu kali dalam kabinet Hatta. M.Natsir tidak saja dikenal sebagai seorang yang punya andil dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia, akan tetapi lebih dari itu, ia berkiprah dalam mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dengan mosi integral. Pada tahun 1950 Natsir mengangkat mosi pada sidang parlemen Republik Indonesia Serikat (RIS) yang dikenal dengan mosi integral Natsir. Mosi ini adalah menyatukan republik Indonesia yang telah terpecah belah menjadi beberapa negara bagian, ini sebagai akibat dari Konferensi Meja Bundar (KMB), kemudian kembali kepada pangkuan negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Oleh karena mosi inilah, kemudian ia dapat tampil pada puncak pemerintahan.

Pada 20 Oktober 1934, Natsir menikah dengan Nurnahar di Bandung. Dari pernikahan tersebut, Natsir dikaruniai enam anak. Natsir juga diketahui menguasai berbagai bahasa, seperti InggrisBelandaPrancisJermanArab, dan Esperanto. Natsir juga memiliki kesamaan hobi dan memiliki kedekatan dengan Douwes Dekker, yakni bermain musik. Natsir suka memainkan biola dan Dekker suka bermain gitar. Mohammad Natsir juga sering berbicara dengan Bahasa Belanda dengan Dekker dan sering membicarakan musik sekelas Ludwig van Beethoven dan novel sekelas Boris Leonidovich Pasternak, novelis kenamaan Rusia pada masa itu. Kedekatannya dengan Dekker, menyebabkan Dekker mau masuk Masyumi. Ide-ide Natsir dengan Dekker tentang perjuangan, demokrasi, dan keadilan memang sejalan dengan Natsir.

Mohammad Natsir meninggal pada tanggal  6 Februari 1993 di Jakarta, dan dimakamkan sehari kemudian. Pemerintah Indonesia baru menghormatinya setelah 15 tahun kematiannya, pada 10 November 2008 Natsir dinyatakan sebagai pahlawan nasional Indonesia. (Wahyu)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terbaru